TEKNIK ELEKTRO LINKS
Jl. LA Sucipto I No. 17 Malang 65125
Jawa Timur - INDONESIA
Telp: 081231784018
Email: 
info@teknikelektrolinks.com
Link Tepat Untuk Teknik Elektro
Teknik Elektro Links - Created using Dynamic HTML Editor 1.9 (Freeware)
Last Update: December 2015
Home | Prosedur Pemesanan | Panel Industri | Catatan Aplikasi | Download | Kontak | Blog Teknik Elektro Links
Fungsi Terminal NC Pada Kontroler Suhu NE103 Pada Aplikasi Mesin Penetas Telur
NE103 adalah modul kontroler suhu yang banyak digunakan pada aplikasi mesin penetas telur dan kumbung jamur. NE103 dengan output relay memiliki 3 buah terminal output yakni NO (Normally-Open), C (Common) dan NC (Normally-Close).

Terminal NO terhubung ke terminal C ketika relay dalam keadaan aktif atau ON. Sedangkan terminal NC terhubung ke terminal C ketika relay dalam keadaan OFF.

Terminal NC dapat dimanfaatkan sebagai kontrol on/off lampu penerangan pada mesin penetas telur. Terminal atau kontak NC dapat digunakan untuk menyalakan lampu kecil yang berfungsi sebagai lampu penerangan ketika pemanas dalam keadaan mati.

Pemanas dan lampu penerangan akan aktif secara bergantian. Ketika suhu kurang dari 37°C, maka pemanas akan menyala dan lampu penerangan akan mati. Dan ketika suhu lebih dari 38°C, maka pemanas akan mati dan lampu penerangan akan menyala.

Lampu penerangan yang digunakan haruslah lampu berdaya rendah yang sekiranya tidak menghasilkan panas yang signifikan. Jika lampu penerangan mengeluarkan daya (panas) yang cukup besar, maka dikhawatirkan suhu dalam ruang penetasan akan terus naik sehingga mengakibatkan kerusakan pada telur.

Berikut ini adalah gambar instalasi NE103 dengan output pemanas (pada kontak NO) dan lampu penerangan (pada kontak NC).

Beberapa user mengganti lampu penerangan dengan fan atau kipas angin mini dengan flow rendah. Fungsi dari kipas tersebut adalah untuk memastikan suhu senantiasa berada pada rentangan yang aman. Dengan adanya fan ini maka ketika pemanas mati, maka fan akan menyala/berputar dan akan menurunkan suhu secara perlahan-lahan. Dengan demikian maka bisa dipastikan tidak terjadi suatu kondisi dimana suhu dalam ruang penetasan terlalu tinggi karena sisa panas yang masih ada ketika pemanas mati akan dibuang oleh fan atau kipas angin mini tersebut.


[
Kembali ke halaman Catatan Aplikasi... ]
HiStats